0

Tugas Bersyukur Saya Belum Selesai

Itulah alasannya mengapa saya jarang suntuk, jarang stress dan sejenisnya. Bukan hanya jarang, namun beberapa tahun kebelakang, saya tidak pernah stress, suntuk dan sebagainya.

Jika anda bertanya pada saya, apa sebabnya, jawabannya simple saja, tugas saya untuk bersyukur kepada Sang Pencipta belum selesai, belum sepenuhnya.

Terhadap apa yang diberi selama ini, harus dirasakan dengan penuh perasaan bahagia, perasaan berterimakasih, selalu dan selalu, dari bangun tidur hingga kembali menjelang tidur.

Sejatinya rasa syukur bukan hanya di ucapan, tapi meresap dalam hati. Perasaan bersyukur, versi saya, adalah perasaan bahagia, feel good karena banyak sekali yang ALLAH SWT sudah berikan pada saya selama ini.

Apa saja itu ? banyak, banyak sekali hingga tak terhitung jumlahnya, sehingga membuat saya sibuk, ya, sibuk untuk berterimakasih, bersyukur pada ALLAH SWT atas apa yang diberikan.

Ariana (anak pertamaku) sehat selalu, Rafif (anak kedua) ia tampak sehat dan bertingkah seperti layaknya laki-laki, Rahma (istriku) sehat dan selalu tersenyum, semua sehat walafiat dan bisa beraktifitas seperti biasa.

Masih ada lagi, bangun pagi, aku bisa membuat kopi, dan kopi serta gulanya ada, sarapan tinggal buka kulkas dan sebagainya, tanpa harus memikirkan mau makan apa hari ini dan sebagainya,

Pernah beberapa tahun lalu, seorang kawan bertanya, “Apa targetmu tahun depan mam ?,” tanya dia. Saya jawab singkat, “Bahagia”, “Bukan, maksudku kamu mau ekspansi kemana lagi, apa rencananya ?,” desaknya, “Sudah ah, begini aja aku sudah senang koq, apa-apa ngga kekurangan, rumah aku punya, makan ngga kekurangan dan sebagainya, mau apa lagi yang dicari ? begini aja aku sudah senang ?.” jawabku.

Itu bukan jawaban pasrah bagi aku, terserah apa penilaian anda pada pemikiran saya dari jawaban itu. Tapi faktanya, sejak saya memiliki perasaan seperti itu, Ikhlas, Bersyukur, Selalu Berterimakasih pada ALLAH SWT Sang Pemilik Alam Semesta, hidup saya mengalami peningkatan baik secara finansial dan sebagainya.

Ayo kawan-kawan, jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tersenyumlah maka kamu akan bahagia. Bersyukurlah dengan apa yang sudah Tuhan beri kepada kita umatnya, jangan sampai menjadi orang yang kufur nikmat.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.? (QS. Ibrahim [14]: 7)

Firman ALLAH SWT ini adalah suatu kebenaran, bukan hanya menjadi keyakinan semata. Penjelasan ilmiahnya ada, mengapa bisa terjadi dan dari mana prosesnya, semua yang ALLAH SWT katakan dalam Firman-NYA adalah suatu KEBENARAN.

Maha benar ALLAH dengan segala Firman-NYA

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image