0

Touch Down Jogja

Allhamdulilah, akhirnya mendarat juga di Kota Jogja, kota penuh kenangan, kota dimana aku dipertemukan ALLAH SWT dengan Istriku. Sebelumnya, aku sudah bangun sejak pukul 06.00 WITA, sangat pagi buat aku sebenarnya. Kemudian, segera meluncur ke Stall Kuda demi mendapatkan Bingka Kentang Asli yang khan kujadikan oleh-oleh untuk keluarga Istriku yang kini sudah jadi keluargaku juga. Allhamdulillah, aku beruntung, karena toko penjual Bingka Kentang Asli itu sudah buka dan menggelar dagangannya. “Saya pesan 50,” Ujarku tanpa basa basi, mengingat aku khawatir stok Bingka disini tidak sampai 50 butir seperti kebanyakan lapak-lapak lain diluaran sana.

“Ini Bapak Imam ya ?,” Jawab seorang Ibu yang kira-kira berumur 40an, Penjual Bingka. “Loh koq tau ya ?,” Jawabku heran. Setelah dijelaskan, aku faham, ternyata ada seseorang yang berbaik hati padaku telah memesankan terlebih dahulu melalui telephone.

“Wah, mbak Rika ni pasti,” Fikirku dalam hati, karena semalam beliaulah yang memberiku nomor telephone lapak bingka disini, namun sayangnya tidak bisa dihubungi hingga aku harus bangun pagi dan langsung meluncur ke lapak bingka di Stall Kuda.

Oke Fix, Bingka sudah didapat. Tepat pukul 09.00 WITA, aku segera berangkat menuju Bandara Udara Sepinggan Balikpapan.

Ditengah jalan, aku meminta sopir agar berhenti di Gunung Bakaran seberang POKA. Aku mengambil pesanan di BALE RESTO, Spesialis Kepiting Saos Balikpapan.

Penerbangan
Terbang menggunakan Maskapai LION AIR sekira pukul 11.40 WITA. Dan mendarat di Jogja pukul 13.50 WITA. Pendaratanya aduhai, kasar hehe. Mungkin karena landasan pacu di Jogja yang tak seluas Balikpapan, membuat pesawat harus extra dalam melakukan pengereman, bisa dibayangkan sendiri.

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image