0

Timses Ora Sukses

Baru pulang kerja sampai rumah, tiba-tiba istri memberi kertas berisi tulisan-tulisan yang kata istri saya “ada pesanan”. Begitu dibuka, isinya berupa semacam tempat absen, ada nama dan diminta lampiran fotocopi KTP.

“Ini dari mbak H**** yah, kalau minat isikan aja nama disitu dan tinggalkan fotocopy KTP,” canda istri saya.

Yah, anda semua pasti sudah menebak, berkas apa yang saya terima ini. Jadi ada salah satu tim sukses (timses) pasangan calon yang dengan sengaja menawarkan cara-cara curang dalam pilkada yang akan digelar serentak desember 2015 mendatang.

Rupanya, H**** yang dimaksud istri saya itu masih berada di posyandu yang lokasinya kebetulan berdekatan dengan rumah saya. Kemudian pura-pura saya tanyakan ke beliau, “apa ni mbak ? untuk apa ?,” tanya saya.

Ia menjawab, ini untuk pendataan saja kalau berminat untuk memilik pasangan calon nomor “anu” akan dapat sejumlah uang.

“Berapa jumlah uangnya mbak,” ? tanya saya, “Wah kalau itu saya kurang tau,” jawab dia.

Dan yang sedikit membuat eneg, Ibu RT -saya menyebutnya RT karbitan- karena memang ia terpilih dari penunjukan langsung Ketua RT yang lama setelah resmi mengundurkan diri pada akhir masa jabatannya.

Kembali ke pembahasan, si Ibu RT “Karbitan” ini pun ikut-ikut menyahut, “Udah apa susahnya sih tanda tangan terus kasih KTP dan nanti kan dapat duit,” kata dia enteng.

Jawaban dari Ibu RT Karbitan ini bikin saya geleng-geleng kepala, bagaimana mungkin seorang Istri Ketua RT berkata demikian.

Melihat kejadian ini, membuat saya ilfil dengan calon walikota yang dimaksud. Ada juga rasa kasihan dengan calon walikota itu, karena akibat perbuatan timses nya yang “nggak sukses” ini bisa berakibat fatal pada pasangan calon itu.

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image