0

Selamat Tinggal OrangeTV

Kira-kira 1 tahun lalu, setelah melalui komparasi, akhirnya saya memutuskan memilih OrangeTV untuk dipasang dirumah saya. Saya memilihnya lantaran tertarik dengan penawarannya waktu itu yang pada intinya siaran akan tetap ada meskipun tidak melakukan pembayaran.

Kala itu, yang saya ketahui, OrangeTV adalah satu-satunya televisi yang menggunakan metode isi ulang dengan cara membeli voucher sesuai paket yang dikehendaki. Semisal hanya memilih tayangan kartun, bisa, hanya memilih tayangan olahraga, bisa.

Bahkan, kala itu, jika tidak mengisi/membeli voucher pun siaran akan tetap ada, yakni, siaran-siaran TV nasional. Mereka (OrangeTV, RED) menyebutnya dengan sebutan FTA (Free To Air).

Singkatnya, waktu itu, meskipun tidak melakukan pembayaran atau pembelian voucher, siaran OrangeTV berupa TV nasional tetap ada.

FTA inilah yang kemudian mendasari ketertarikan saya pada OrangeTV, karena memang saya dan istri bukan termasuk orang yang hobi menonton siaran-siaran khusus. Kami lebih suka menonton siaran-siaran televisi nasional. Jadi intinya kami cuma butuh siaran televisi-televisi nasional saja, makanya kami memilih OrangeTV.

Waktu itu, OrangeTV mewajibkan pelanggan membeli perangkatnya seharga kisaran 1juta rupiah. Meski cukup tinggi, saya tetap tertarik untuk membelinya karena ketersediaan FTA nya tadi.

Bulan pertama, kedua hingga setahun lebih, siaran FTA dimaksud tetap ada meski saya tidak melalukan isi ulang/top up sama sekali. Tetapi keadaan berubah sekitar 2 bulan lalu, siaran tiba-tiba semua hilang dan hanya tersisa 1 stasiun televisi saja, yakni, Lejel.

Hal ini kemudian saya tanyakan kepihak OrangeTV melalui twitter resminya, dan ternyata harus mengisi voucher karena adanya perubahan sistem, tulis OrangeTV melalui Twitter resminya.

It’s oke saya mengisi voucher sebesar 80 ribu dengan beranggapan pengisian voucher hanya bulan ini saja dan bulan depan tidak perlu lagi. Tapi ternyata, bulan depan siaran kembali hilang semua sewaktu masa waktu voucher saya habis. Artinya, OrangeTV sudah tidak menyediakan FTA lagi dan mewajibkan pelanggannya membeli voucher setiap bulannya.

Respon OrangeTV melalui Twitter resminya

Sebenarnya bukan saya menginginkan gratis dan terus gratis, tetapi saya mempertanyakan dimana janji OrangeTV ? menjual perangkatnya dengan nilai cukup tinggi kepada saya, dengan kesepakatan FTA berupa televisi nasional selamanya meski tidak melakukan Top Up, tetapi tiba-tiba merubah kebijakan tersebut ?.

Jika begini adanya, tentu lebih baik berlangganan PayTV lain yang tidak mewajibkan pelanggan membeli perangkat ? toh sama-sama WAJIB membayar untuk menikmati semua siarannya.

Belum lagi, tidak tersedianya layanan HD pada OrangeTV KU-BAND tentu harus dijadikan pertimbangan lagi bagi teman-teman yang akan memilih PayTV dirumahnya.

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image