0

Review dan Video Test Samsung Galaxy A7 2016

Allhamdulillah aku berganti ponsel lagi dari Samsung Galaxy Grand 2 Duos ke Samsung Galaxy A7 2016. Ponsel ini sebenarnya sudah aku beli akhir Agustus 2016 lalu, tapi baru sempet cerita sekarang karena, ah sudah lah.

Galaxy Grand 2 Duos milikku mengalami kesalahsangkaan dari aku sendiri, iya, kesalahsangkaan.

Jadi begini ceritanya, ponsel itu tiba-tiba saja bootloop, ketika dihidupkan selalu restart ketika baru muncul logo Samsung. Dugaan kuat langsung saja mengarah kepada softwarenya yang harus langsung di flash ulang.

Perkara mudah kalau hanya flash ulang, tinggal download custom room original Samsung Galaxy 2 Duos lalu di flash menggunakan aplikasi bawaan Samsung.

Tapi, lagi-lagi ponsel tetap saja restart ketika baru hidup sampai logo, bahkan, ponsel juga restart ketika pada posisi Recovery Mode.

Hal tersebut berulang-ulang hingga akhirnya membuat saya menyerah. Kemudian ponsel saya bawa ke tempat service ponsel yang konon katanya terkenal se-antero Balikpapan.

Servis ponsel yang konon terkenal tersebut berada di Belauran Dalam Klandasan dengan owner bernama sebut saja Mr X.

Singkat cerita sayapun pergi kesana bersama kawan saya yang juga sebenarnya pakar Flashing Ponsel tapi juga ikut-ikutan nyerah diawal sebelum mencobanya.

Sampai disana, ponsel di flash dan hanya butuh waktu kurang dari 30 menit, dan biayanya pun hanya Rp 30.000 saja. Kenapa murah ? karena saya bersama kawan saya yang tak lain merupakan kawan akrab dari si Mr X tersebut.

Oke, ponsel selesai di flash dan berjalan normal seperti biasa. Dipakai untuk apapun lancar, intinya kembali seperti sedia kala. Tapi, seminggu kemudian ponsel ini kembali restart dan muncul rasa krisis kepercayaan ke Mr X, “Waduh, ‘Mr X’ nggak hebat-hebat banget ternyata, masalah masih ada,” kataku dalam hati.

Kali ini, saya pergi ke salah satu toko ponsel ternama di Balikpapan, karena konon tempat service ini lebih terkenal dan terpercaya, konon sih.

Hanya butuh 10 menit, pihak toko tersebut melalui kawan saya sebut saja namanya J yang juga pegawai service tersebut memberi kabar pada saya bahwa ponsel saya selesai diperbaiki.

Yang rusak adalah tombol power, kata J meneruskan informasi dari pihak servis. Tombol power itu konslet dan dalam posisi tertekan terus hingga menyebabkan restart, solusinya adalah ganti tombol power, lanjut dia.

Sore hari, ponsel selesai diperbaiki, dan saya membayar dengan biaya Rp 150.000,- dan saya fikir masalah sudah selesai dan ponsel bisa kembali dipergunakan.

Tapi, masalah baru muncul, yakni, panel LCD jadi tidak nyaman dipergunakan terutama dipakai untuk mengetik. Kenapa bisa jadi seperti ini ? padahal LCD tadinya tidak masalah ?.

Karena alasan pertemanan, akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengkomplain masalah ini ke pihak service hasil rekomendasi dari kawan saya si J tadi.

Biarlah, saya ikhlaskan saja ponsel ini menjadi seperti ini, tidak bisa dipakai untuk mengetik dan selalu loncat-loncat jika dipakai untuk scrolling.

Oke kembali ke judul diatas, Review dan Video Test Samsung Galaxy A7 2016. Ponsel ini sebenarnya sudah saya beli ketika saya tidak berhasil melakukan flash, sebelum dibawa ketempat Mr X tadi.

Hanya selang sehari ponsel saya tidak bisa dipergunakan, saya memutuskan untuk membeli ponsel baru dan ponsel yang saya pilih adalah Samsung Galaxy A7 2016.

Kenapa saya memilih ponsel ini ? simple, dari youtube. Berhubung pembelian ponsel ini diluar rencana dan termasuk buru-buru, saya menonton youtube terlebih dahulu untuk menentukan ponsel mana yang akan saya beli.

Pilihan jatuh ke Samsung Galaxy A7 2016 yang akhirnya saya beli di Andalas depan Plaza Balikpapan seharga Rp 5.780.000,-

Setelah penggunaan hingga saat posting ini dibuat, kesan saya terhadap ponsel ini adalah LUAR BIASA, built quality-nya oke banget, tampilan layar 5,5 inchi-nya bagus dengan panel SUPER AMOLED beresolusi Full HD 1080p.

Layar 2.5D nya sudah dilapisi Corning Gorilla Glass 4 dan hebatnya, bagian belakang pun juga dilapisi bahan yang sama, jadi sudah barang tentu layar ini lebih tahan gores hingga 80%, ingat Lebih Tahan Gores bukan Tidak Bisa Tergores.

Urusan Multi Tasking, jelas dilahap habis oleh ponsel yang memiliki RAM 3GB DDR 3 ini, apalagi antar muka Samsung bernama Touchwiz ini sudah terkenal ringan dan tidak boros ram . Baterai 3300 mAh nya bener-bener bekerja dengan baik. Untuk bersosmed ria nonstop, ponsel ini bisa bertahan hingga 24 jam lebih.

Hasil jepretan kamera utama 13 MP dengan fitur Optical Image Stabilizer (OIS) F 1,9 sangat bagus, diatas rata-rata kamera ponsel pada umumnya.

Kamera depannya pun bagus, akurasi warna sudah memasuki kategori cukup baik untuk ukuran kamera depan. Bisa dibilang, kualitas kamera ponsel Samsung Galaxy A7 2016 ini hanya setingkat dibawah Samsung Galaxy S7 yang menyandang predikat Kamera Ponsel Terbaik Tahun 2016.

Meski setingkat dibawahnya, tapi, jika dilihat, hasil foto maupun videonya tidak jauh berbeda dengan ponsel flagship Samsung tersebut. Berikut hasil video menggunakan ponsel Samsung Galaxy A7 2016.

Image Source: fonearena.com

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image