0

Perdana Nonton Stand Up Comedy LIVE

Iya, inilah perdana saya menonton Stand Up Comedy secara Live karena biasanya saya hanya menontonnya melalui youtube. Buat saya, tak ada yang berbeda, sama saja antara menonton live dengan menonton melalui situs video Youtube.

Malam tadi, Minggu 23 Oktober 2016 saya mendapat undangan khusus dari panitia penyelenggara untuk menyaksikan secara langsung pertunjukan Stand Up Comedy bertajuk ‘Stand Up Comedy World Tour’ with Pandji Pragiwaksono di Gedung Kesenian Balikpapan.

Ada 2 tiket Gold seharga Rp 150.000 FREE untuk saya yang akhirnya saya putuskan untuk mengajak Prasetyo Ikhwan Kurniawan alias Tyodongss untuk pergi menonton bersama saya.

Kali ini saya benar-benar melihat secara langsung Komika Nasional Pandji Pragiwaksono Stand Up diatas panggung selama 2 jam penuh tanpa berhenti maupun beristirahat sedikitpun, *angkat topi.

Ia begitu menguasai audiens, jauh dari kesan grogi, semua materi berhasil ia bawakan dengan tenang, menarik dan benar-benar hampir sempurna.

Mengenai apa yang disampaikan, saya hanya menganggap pertunjukan comedy semata, meskipun ia (Pandji, Red) berkali-kali menyampaikan opini pribadinya terkait banyak hal mulai dari karir, politik bahkan situasi tentang negeri ini, saya tetap menganggapnya sebagai hiburan lawak panggung semata.

Yang menarik bagi saya adalah Pandji terlihat memiliki kemampuan untuk menguasai orang lain bahkan ia terlihat bisa memberi pengaruh besar terhadap orang terutama anak-anak muda. Ya, kata-kata berupa opini dia selalu ia dasari dengan argument-argument yang ia paparkan, yang sekali lagi, untuk memperkuat opini dia.

Menarik, tapi buat saya, tetaplah sebuah comedy, namanya juga Stand Up Comedy ? meskipun (mungkin) banyak orang beranggapan, materi dari Pandji adalah materi cerdas dan selalu menarik untuk disimak, it’s okay, that’s your opinion #simple.

Yang saya cukup sesalkan dan tidak suka adalah pengungkapan kata-kata jorok yang sangat tidak pantas oleh Pandji diatas pentas, karena yang saya tau, pertunjukan Pandji malam tadi tidak hanya disaksikan anak-anak muda dan penonton-penonton biasa, tapi ada pejabat publik yang turut hadir, salah satunya yang sempat saya lihat adalah Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffry Dian Juniarta.

Mengenai anggapan “This’s Stand Up Commedy Guys …, hal jorok dan sebagainya itu sudah biasa” saya hanya berkomentar, kenapa hal yang (mungkin) tidak baik, menurut saya, justru dibiasakan dan dipelihara ? dan justru dianggap Sudah Biasa ?? apakah penghilangan kata-kata jorok dan tidak sopan akan menghilangkan kelucuan ? lalu apakah dengan menggunakan kata jorok vulgar yang sebenarnya tidak pantas disampaikan didepan penonton membuat tontonan semakin menarik dan lucu?.

Sekali lagi itu hanya pertanyaan saya saja yang saya sendiri tidak puas dengan jawaban yang selama ini sudah saya dapatkan. Tapi bagaimanapun, saya tetap suka dengan Stand Up Commedy, karena komedi gaya ini benar-benar sebuah metode baru lawakan yang selama ini pernah saya saksikan.

Stand Up Commedy bagi saya merupakan Lawakan Anti Mainstream yang sudah barang tentu tidak semua pelawak bisa melakukan ini dengan baik. Komika hanya berbekal microphone dan berdiri didepan sekian audiens sambil membawakan materi-materi lawakan yang sudah disusun sedemikian rupa dengan berbagai teknik-teknik khusus yang sudah dirancang dan dipelajari sebelumnya.

Bravo Komika Nasional, aplause, karena kalian sudah memberi warna berbeda dalam dunia lawak Indonesia, melawak hanya berbekal microphone.

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image