0

Mister Tukul Jalan-Jalan di Balikpapan

CSAF_mzUYAAj5SC

Tontonan ini sebenarnya tak lebih dari hiburan semata, mistik yang menjadi komposisi utama didalamnya hanyalah polesan agar terlihat menarik. Secara logika, bagaimana mungkin ada “hantu” didalam proses pengambilan gambar (syuting) ditengah-tengah warga yang berdesak menonton.

Penonton di Danau Cermin Lamaru

Di Danau Cermin Lamaru, Soleh Pati yang bergelar Ustad ini melukis sosok astral ular naga dan buaya putih menjaga wanita bertapa. Sosok ini, menurutnya, adalah mahkluk astral yang menghuni danau yang terbuat secara tidak sengaja beberapa tahun lalu.

Suasana Syuting di Danau Cermin Lamaru

Perkara kebenarannya bergantung kepada masing-masing, bagi yang percaya, maka sosok itu akan benar-benar ada dan bisa saja menghampiri atau menampakkan diri dihadapan orang yang percaya.

Urusan mahkluk astral berada pada zona berbeda, ia di zona gaib, tak kasat mata dan tak masuk akal.

Pengertian Gaib pun tidak mesti harus berurusan dengan mistik, sebab kita bekerja dengan Internet ini termasuk urusan Gaib, karena kita terhubung antar satu dengan yang lainnya melalui perangkat yang tak kasat mata, yaitu gelombang signal.

Suasana Syuting di Kantor POLDA Lama di Klandasan

Saat anda mengirim pesan singkat, telephone, chat dengan seseorang dan sejenisnya, itu merupakan hubungan gaib, hubungan yang tak kasat mata.

Satu-satunya yang terlihat menarik dari acara Mister Tukul Jalan-Jalan di Balikpapan ini adalah kehadiran Host yang merupakan seorang pelawak kenamaan Indonesia, Tukul Arwana.

Desakan penonton syuting di Gunung Komendur Pelayaran

Pria bernama asli Tukul Rianto yang kini berusia 53 tahun ini memiliki talenta luar biasa dalam hal komedi. Dan yang menarik, Tukul termasuk golongan Artis besar yang tidak sombong ketika bertemu dengan masyarakat. Di tengah-tengah proses syuting ia tetap menyapa warga Balikpapan dengan senyum khasnya.

Bahkan, kawan saya mengaku berjumpa dengan Tukul yang saat itu menghampirinya langsung di sebuah jalan sempit di Balikpapan Timur.

Dari cerita dia, saat itu mobilnya berpapasan dengan rombongan Mister Tukul di sebuah jalan kecil di daerah Balikpapan Timur, berhubung jalan itu sempit dan hanya bisa dilalui 1 mobil saja, mau tak mau salah 1 mobil harus mundur beberapa meter agar mobil dihadapannya bisa melintas.

Saat dalam posisi mobil berhadap-hadapan, Tukul keluar dari mobilnya lalu menemui kawan saya dan menyapa, “Mau lewat buu ?,”ujarnya seperti ditirukan kawanku.

Sontak kejadian ini membuatnya tersenyum karena ia tak menyangka jika rombongan mobil yang menghalangi jalannya itu adalah rombongan kru Mister Tukul Jalan-Jalan.

Kembali ke laptop pokok permasalahan, acara ini sebaiknya diambil sisi positifnya saja sebagai hiburan, mengenai unsur mistik dan mitos yang di “buktikan” didalamnya, sebaiknya tidak perlu dipercaya apalagi dijadikan hal yang menakutkan.

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image