4

Jalan-Jalan ke CANDI SUKUH dan URBAN FOREST (Bag-1)

Hari ke tiga, masih dalam rangkaian kegiatan ASEAN BLOGGER 2013 di SOLO. Acara pertama kami di ajak untuk memilih kelas, dan kelas yang saya pilih adalah kelas Photo Blogging. Namun sayangnya saya tidak bisa banyak bercerita tentang kelas ini karena berhubung ada kawan datang, dengan sangat berat hati saya harus meninggalkan kelas ini. Jam menunjukan pukul 12.30 WIB kami kembali makan siang di restaurant Hotel Kusuma Sahid solo, seperti biasa sajian menu-menu istimewa tersedia disini dan tentunya tidak melepas sisi tradisionalisme jawa yang ada. Selesai makan siang, kami berkumpul di lobi untuk jalan-jalan mengenal wisata budaya kota solo. Ada 2 tempat yang di tawarkan, namun sayangnya peserta hanya boleh memilih 1 dari 2 tempat yang di tawarkan yaitu sangiran yang merupakan situs manusia purba di SOLO dan yang kedua adalah candi sukuh yang terletak di kabupaten sukoharjo karesidenan surakarta.

Dan Candi Sukuh pun menjadi pilihan saya untuk di telusuri bersama sebagian peserta Asean Blogger 2013. Mungkin, tidak banyak orang yang mengetahui sejarah CANDI SUKUH ini. Dari situs Wikipedia di peroleh info bahwa :

Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah kelurahan Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya obyek pujaan lingga dan yoni. Candi ini digolongkan kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena banyaknya obyek-obyek lingga dan yoni yang melambangkan seksualitas. Candi Sukuh telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995

Gambar 1: Candi Sukuh

Untuk menuju kawasan wisata ini, mini bus yang saya tumpangi harus melalui rute tanjakan yang cukup curam hingga bahkan beberapa mobil rombongan yang kami tumpangi ada yang tidak kuat menanjak hingga ke atas, sehingga sebagian peserta harus menikmati olah raga berjalan kaki hingga tiba di candi sukuh yang jaraknya masih sekitar 300 mtr. Wajar saja, karena candi ini terletak di lereng gunung lawu dengan ketinggian sekitar 1.186 meter.

Gambar 2: Suasana di dalam minibus menuju candi sukuh

Gambar 3: View dari candi sukuh

Gambar 4: View dari candi sukuh

Walau cukup jauh, namun perjalanan menuju kawasan candi ini tidak membuat jenuh, karena sepanjang jalan menanjak kita akan di suguhkan dengan pemandangan alam nan hijau dan menawan. Beberapa peserta nampak tidak ingin ketinggalan moment indah ini dengan mengeluarkan kamera nya untuk mengambil pemandangan ini.

Gambar 5: Relief Candi Sukuh

Gambar 6: Relief Candi Sukuh

 

Gambar 7: Gerbang Candi Sukuh

Gambar 8: Gerbang Candi sukuh

Tiba di candi sukuh, beberapa peserta nampak asik berfoto ria di gerbang candi sukuh. Dan begitu tiba di kawasan ini kami langsung di sambut oleh seorang guide yang bernama bapak Joko Susilo yang lebih suka di panggil dengan nama JOKO SU. Dengan sabar dan setianya, Bapak Joko SU memberi penjelasan seputar kisah-kisah dari candi sukuh ini termasuk kisah eksotisme yang ada disini. Karena banyak yang menyebut candi ini dengan “candi porno”, dan pada kenyataanya memang iya karena banyak relief-relief pada candi ini yang menggambarkan tentang seksualitas.

Gambar 9: Peserta nampak serius mendengarkan penjelasan dari Guide

Gambar 10: Papan penjelasan mengenai candi sukuh

Gambar 11: Papan himbauan dari direktorat pelestarian cagar budaya dan permuseuman

Penasaran bukan ? jika sedang berpergian ke tanah jawa maka sempatkanlah untuk mengunjungi candi sukuh, candi yang menyimpan banyak cerita mengenai mengenai kehidupan seksual umat manusia.

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

4 Comments

  1. Kompleks Candi Sukuh ditemukan kembali dalam keadaan runtuh pada tahun 1815 oleh Residen Surakarta, Johnson. Tahun 1842 Van der Vills mengadakan penelitian terhadap sisa-sisa bangunan di Candi Sukuh, Hoepermans tahun 1864-1867 menulis tentang Sukuh. Wuah, semangat kita untuk mengunjungi dan mempublikasikan candi sukuh ini jangan sampai kalah dengan para pendahulu kita ya! Semoga saja dengan gaya bahasa kita yang khas dan lebih atraktif mampu menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi candi Sukuh. Tentunya sobat memiliki kemampuan tersebut.

    Reply

    Admin Reply:

    Trims :)

    Reply

    Admin Reply:

    Trims :)

    Reply

  2. Pingback: Urban Forest Solo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image