2

Go Yogyakarta (LipsusMU) Bag : 4

Akhirnya hari minggu kemarin tepatnya Tgl 5 saya dan keluarga sampai di salatiga tempat kakek dan nenek saya. Lega rasanya bisa sampai di sana untuk Halal bihalal dengan keluarga. Kami berangkat dengan sikecil beserta istri dan juga kakak ipar dengan mengendarai Isuzu Panther. Perjalanan jogja salatiga saya tempuh selama +/-2 jam dan lebih nya 30 menit untuk mencicip soto khas salatiga yg ma’ nyus itu ^_^. Biasa sih, itu soto kenangan dari dulu sampai sekarang. Dan yang menjual pun masih sama. Rasanya khas banget, di masak menggunakan arang … wah enak tenan. Kalau rekan-rekan kebetulan mampir di salatiga, bisa coba mencicip itu soto yang terletak di terminal Pos Tingkir Salatiga. Setelah kenyang dengan soto perjalanan di lanjut ke desa yang bernama “Desa Kebowan”, rasa takjub bercampur haru muncul terlebih setelah sampai di rumah kakek. Melihat semangat kakek saya yang walau sudah tua masih tetap berangkat ke sawah dan juga mencari rumput untuk makan ternak.

Terlihat kakek begitu senang melihat Cucu dan Buyutnya datang, sambil memelukku dan kemudian menanyakan buyut nya (si kecil ku ariana). Tidak terlalu banyak yang bisa saya kunjungi, karena tidak punya waktu banyak. Setelah dari rumah kakek, saya lanjut ke tempat Pak De kemudian keliling ke tempat sodara di sekitaran rumah Pak De. Sore harinya sekitar pukul 15.00 WIB, saya langsung menghadiri acara Halal bi Halal keluarga besar keturunan Kakek Buyut saya Bpk. H. Muhammad Hasyim yang telah meninggal dunia sekitar Thn 1975’an.

Nggak nyangka, di antara semua orang yang hadir itu adalah sodara saya semua walau hampir 70% yang hadir saya tidak kenal. Karena sejak kecil saya sudah tinggal di balikpapan bersama ortu. Tujuan lain dari acara ini adalah untuk mendiskusikan masalah perbaikan Masjid “Kalipete” yang dulunya di bangun oleh keluarga Bpk.H.Muhammad Hasyim (Kakek buyut saya). Walau dulunya berupa Masjid Keluarga, tetapi Masjid itu tetap untuk umat banyak. Kira-kira pas Adzan Maghrib, acara belum juga selesai tetapi paman saya memanggil dan mengatakan kalau ingin pulang duluan nggak masalah karena paman mengerti kalau kami harus menempuh perjalanan selama 2 jam ke Jogja.

Gambar 1: Halal bi Halal

Akhirnya saya berpamitan dan melanjut silaturahmi ketempat bibi’ yang jaraknya +/- 1Km dari tempat acara Halal bi Halal. Mobil Isuzu Panther pinjaman itu harus di paksa Off Road untuk menerjang tanah lembek di sekitar acara Halal bi Halal dan juga harus menikmati “mulusnya” jalan di desa itu yang hampir keseluruhan masih berupa batu yang di susun di jalan. Setelah dari rumah bibi’ , akhirnya kami sekeluarga pulang kembali ke jogja bersama kegelapan malam dan gila nya supir-supir Bus antar kota yang main klakson seenaknya serta dengan sembrononya mengambil lintasan jalan kita. Sampai di Yogya sekitar pukul 22.00 WIB, dan langsung di suguhkan dengan “nikmat” berupa Mogoknya mobil.
Akhirnya datanglah Mekanik-mekani dadakan yang sampai dinihari juga nggak bisa menyelesaikan problem mogoknya mobil itu.

Gambar 2: Mekanik dadakan

Tetapi untunglah di pagi harinya, mobil kembali hidup melalui tangan terampil dan cekatan seorang mekanik mobil. Membutuhkan waktu tidak lebih dari 15 menit, bukan maen …. Handal.

note : Di Posting dari Free Hotspot STMIK AKAKOM Jogja

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

2 Comments

  1. itulah yang saya alami ketika pulang ke kampung ayah saya…90% sodara gak saya kenal..padahal sekampung itu sodara semua..:d:d

    ternyata gk cmn saya ya :d

    Reply

  2. Wah njenengan blogger sejati pak. Sempat-sempatnya posting pada saat mudik. Ayo semangat..
    Saya sudah jadi buruh lagi Pak, rasanya kok cepet banget ya liburnya.

    ho’oh pak, buat diary … biar tmn2 laen pada tau aktifitas saya slama mudik :D

    Posting Terakhirmudik live

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image