0

Bertemu Drummer Idola

Sejak dulu, saya termasuk salah seorang yang mengidolakan Reza, Drummer grup band Peterpan yang kini berubah nama menjadi Noah. Alasannya sederhana, pukulan drum Reza pada lagu-lagu Peterpan/Noah memiliki karakteristik tersendiri.

Kebetulan, sejak kuliah, saya sudah memiliki hobi bermain BAND dengan teman sekelas. Waktu itu lagu yang sering kami garap salah satunya adalah lagu-lagu milik Peterpan. Bahkan salah satu lagu dari Peterpan berjudul ‘Mimpi Yang Sempurna’ kami bawakan pada pentas Festival se-Karesidenan Surakarta di Solo.

Hingga lulus kuliah dan kembali ke Balikpapan, saya masih aktif bermain musik dengan teman-teman kantor yang kemudian berlanjut bermain musik “Sedikit serius” dengan salah satu Group musik di Balikpapan bernama MARSHAL BAND.

Dengan MARSHAL BAND status saya hanyalah seorang Additional Player Drum karena group ini sebenarnya sudah memiliki drummer sendiri yang saat saya handle ia sedang bertugas keluar kota selama 6 bulan.

Tak disangka tak dinyana, ba’da maghrib di sebuah masjid di Balikpapan saya berjumpa dengan Reza, Drummer Idola saya dulu, si penggebuk drum lagu berjudul ‘Mimpi Yang Sempurna’. Subhanallah, penampilannya sangat-sangat membuat saya pangling dan tak percaya jika itu adalah Reza, Drummer Group Band NOAH.

Memastikan itu Reza tentu tak mudah, namun saya beranikan untuk mendekat ketika ada kultum Ba’da Maghrib di masjid tersebut. Saat itu ia sedang bersandar di dekat jendela sembari menyimak Kultum dengan seksama.

“Assalamualaikum, mas Reza Noah ya ?,” sapa saya. Sesaat setelah saya sapa ia kemudian tersenyum sembari menganggukan kepala tanda mengiyakan apa yang saya tanyakan. “Ada acara apa ke Balikpapan mas ?,” tanya saya.

“Ada undangan acara di WIKA,” jawabnya singkat. Cukup 2 pertanyaan itu saja karena saat itu sedang berlangsung kultum hingga Shalat Isya tiba.

Selesai Isya Berjamaah, rupanya Reza kembali duduk didekat jendela ia duduk tadi. Dan saya kembali mendekatinnya, “Ni langsung mau kemana mas ?,” tanya saya, “Santai-santai dulu disini duduk,” sembari tersenyum.

Kesempatan ini pun tak saya sia-siakan untuk ngobrol-ngobrol banyak dengannya dan Allhamdulillah dia pun tak sungkan-sungkan untuk bercerita pengalamanya selama menjadi drummer Peterpan dan Noah hingga akhirnya ia memilih berhenti dari profesi yang telah membesarkan namanya tersebut.

“Bagi saya sudah cukup karena jika diteruskan tidak akan ada cukupnya, dari honor 10 juta perbulan hingga mencapai ratusan juta dalam sebulan sudah pernah saya dapatkan. Namun saya tak bisa terus-terusan hidup dalam hingar bingar duniawi seperti itu terus-menerus,” ungkap dia blak-blakan.

“Saya masih diberi kesempatan oleh ALLAH SWT yakni umur dan ini tak boleh saya sia-siakan untuk belajar Agama lebih baik,” kata dia.

Meski demikian, ia mengaku masih bermain musik, hanya dengan porsi yang lebih sedikit ketimbang ia masih bergabung dengan Noah. “Saya punya studio musik di rumah, disitu bisa untuk rekaman sekaligus mixing, main-mainlah kesana,” kata dia seraya tersenyum.

Hampir 30 menit berbincang dengannya, banyak cerita dan pengalaman yang begitu menginspirasi. Saat itu, rasanya tak percaya jika orang yang duduk dihadapan saya ini adalah seorang mantan drummer dari Group musik besar yang dulu pernah saya idolakan, terimakasih atas inspirasinya Mas Reza ^^

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image