0

Ada “Kuyang” lagi ?

Belum usai kisah “Kuyang” di Sidodadi Kampung Baru beberapa waktu lalu, muncul lagi cerita itu pada lokasi yang berbeda.

Kali ini, cerita muncul di sebuah RT (saya lupa persisnya) daerah Markoni. “Kamu sudah dengar kabar terbaru bro ? ada lagi ditemukan kuyang di Markoni,” ujar Asno kawanku melalui BBM.

Dia kemudian mengirim foto kerumunan warga yang kata dia adalah suasana usai penangkapan kuyang di sebuah rumah kosong didaerah itu.

Saya pun penasaran, apa benar ? karena permasalahan “Kuyang” ini, saya termasuk orang yang tak mempercayai Mitos ini. “Coba kamu mintakan nomor telephone Ketua RT disitu bro, aku telephone dia,” pintaku.

“Sebentar, ini saya sudah kirim BBM tapi sama dia cuma di read, mungkin dia masih sibuk sama masalah ini (Kuyang, red),” jawabnya.

Hingga esok hari, tidak ada lagi info dari pria 35 tahun yang sudah memiliki 2 orang putra itu. Dan saya pun enggan memfollow up nya.

Sore hari tepatnya pukul 16.00 wita, sepulang dari keperluan, saya menyempatkan mampir ke Markoni, menuju tempat dimaksud.

Upaya mencari tau, saya pun tak segan untuk bertanya perihal kabar ini melalui warga yang kebetulan melintas di jalan saat itu.

“Mas beneran kah ada kuyang tertangkap disini ?,” tanya saya ke salah satu warga yang kebetulan saat itu sedang duduk dipinggir jalan memperbaiki sepeda miliknya.

Pria tinggi kurus berkacamata ini kemudian berdiri sembari mengeryitkan dahi, “Waduh, saya malah ngga dengar mas, memang didaerah mana ?,” tanya dia balik.

Beberapa orang yang saya temui juga mengaku tidak mendengar kabar ini, hingga akhirnya saya urungkan niat untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Berita tentang ini memang menarik untuk disimak bagi sebagian orang yang percaya, namun yang tak percaya, tentunya ini semacam berita sampah.

Inilah kehidupan, masing-masing individu memiliki pendapat dan argumen yang berbeda, masing-masing punya dasar dan alasan untuk membenarkan apa yang ia percaya dan yakini.

Tetapi hasil akhir lah yang menentukan, ALLAH SWT dan semesta alam-NYA lah yang akan menseleksi dan mengadili setiap perbuatan umat manusia baik didunia dan akhirat.

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image