1

20 Januari 2013 (Bag-1)

Cukup lama saya tidak mengupdate blog yang saya bangga-banggakan sekian lamanya ini. Yah, karena kesibukanlah yang menyebabkan saya sering tidak sempat untuk membuat tulisan-tulisan di blog saya ini. Dalam posting kali ini saya hanya ingin mengabarkan bahwa tepat tanggal 20 januari 2013 yang lalu saya kedatangan “personil” baru di dalam keluarga kecil saya. Ya, adiknya Ariana sudah lahir dengan selamat di Rumah Sakit Sayang Ibu kebun sayur. Sebelum kelahiran anak saya ini, saya dan istri saya harus bersedih karena sebelumnya mengalami keguguran dan waktu itu tampak wajah kecewa pada istri dan anak perempuan saya. Perasaan bersalah sangat berkecamuk waktu itu, karena saya memang kurang memperhatikan kehamilan kedua istri saya waktu itu.

Mengapa ? karena sebenarnya saya waktu itu belum siap untuk punya anak lagi karena menganggap arianan masih kecil dan masih banyak butuh perhatian. Sehingga, kehadiran anak kedua di dalam kandungan istri saya waktu itu benar-benar sedikit saya sesali. Hingga akhirnya benar-benar calon anak kedua saya itupun pergi. Entah sugesti atau apa, menurut sanak family saya menganggap bahwa “pergi” si jabang bayi waktu itu karena “fikiran” saya yang tidak menginginkan kehadiran anak tersebut sehingga anak si jabang bayi tersebut pun “pergi”. Wallahu alam bi sawab, Hanya ALLAH SWT lah yang tau dan yang jelas penyesalan waktu itu amat sangat teramat dalam.

Allhamdulillah, tak lama berselang setelah keguguran si jabang bayi tersebu istri saya kembali mengandung. Dan tak mau kejadian tersebut terulang kembali, maka kehamilan kali ini benar-benar saya dukung penuh dari mulai rutin berangkat USG, membeli susu kehamilan dan lain-lainnya.

Selama kehamilan ketiga ini, saya memang berpesan kepada dokter Aspian Nur agar tak menyebutkan jenis kelamin anak saya yang ada di dalam kandungan. Karena saya ingin apa adanya seperti dahulu kala, dimana jenis kelamin baru di ketahui setelah anak tersebut lahir. Selain itu, saya juga berharap anak di kandungan istri saya ini adalah anak laki-laki agar bisa “Sepasang”. Takutnya nanti ketika USG dan di dalam kandungan tersebut adalah anak perempuan, “rasa” saya ikut berkurang sehingga timbul rasa tidak semangat dan sejenisnya (karena saya menginginkan anak lelaki). Walau sebenarnya, anak lelaki atau perempuan pun yang lahir saya tidak permasalahkan. Hanya saya tidak ingin mengetahui jenis kelamin si jabang bayi selama masih di dalam kandungan.

Saat USG terakhir sebelum kelahiran, selesai USG Dr Aspian bertanya kepada kami “cewek ya ?” lalu istri saya menjawab “ah terserah saja yang terpenting sehat dok“, “oooh cowok” sambar Dr Aspian sambil tersenyum penuh arti. Sambil menggendong ariana keluar saya berfikiran bahwa anak saya kedua ini cewek lagi, di tambah lagi ada saudara tetangga saya yang baru melahirkan anak perempuan dan semakin saya yakin bahwa anak saya ini adalah cewek lagi. Sampai di rumah saya mempersiapkan nama untuk anak kedua saya ini, nama yang saya persiapkan adalah nama cewek semua dan tak ada satupun anak laki.

Tanggal 19 januari 2013, mertua dan kakak ipar saya tiba dari yogyakarta tempat istri saya berasal. Semua perlengkapan bayi sudah di persiapkan waktu itu. Dan saat itu adalah saat-saat paling mendebarkan karena istri saya sudah dalam masa-masa mendekati kelahiran. Di kantor, di jalan dan dimanapun berada selalu punya perasaan was-was karena khawatir kalau tiba-tiba ada kabar istri saya mau melahirkan dan saya sedang tidak di rumah. Apalagi waktu itu ada tanda-tanda saya akan di tugas kan keluar kota oleh perusahaan tempat saya bekerja. Jadi ya bawa’anya suntuk melulu setiap keluar dari rumah.

Akhirnya, tanggal 20 atau selang sehari mertua saya tiba istri saya sudah merasakan sakit pada perutnya dan mengalami kontraksi hebat pada perutnya. Waktu itu pukul 08 malam, sempat ragu namun pada akhirnya tanpa pikir panjang segera saya bawa istri saya ke rumah sakit bersalin yang jaraknya sekitar 5 KM dari rumah menggunakan sepeda motor MIO-J yang baru saya beli beberapa bulan lalu. Dengan motor ? ya dengan motor, saya bawa istri saya menggunakan motor menuju rumah sakit tersebut.

Saya ngga mau berfikir muluk harus menggunakan mobil dan sebagainya, bagi saya cukup dengan apa yang saya punya saja ! dan yang terpenting tetap berdo’a kepada ALLAH SWT karena-NYA lah kita di berikan perlindungan yang menyelamatkan kita siang dan malam. Tiba di rumah sakit bersalin, tak perlu menunggu lama istri saya masuk kedalam ruang bersalin dan waktu itu saya di larang untuk masuk karena di sebelah juga sedang ada orang yang bersiap untuk melahirkan. Segera saya pergi pulang kembali dan menjemput mertua saya agar menemani istri saya yang sedang melahirkan untuk memberi semangat dan lain-lain.

Tiba di rumah sakit, mertua langsung masuk ke ruang bersalin dan saat itu saya menunggu di luar sambil merokok dan ngobrol-ngobrol dengan petugas rumah sakit yang kebetulan adalah tetangga rumah saya sendiri …. (bersambung)

norjik

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya (Tie science by writing) - Imam Ali bin Abi Thalib

One Comment

  1. malam dok, saya dwi prayitno. saya mau tanya, mata saya kok nggak sembuh-sembuh ya dok? critanya gini dok : sore hari saya mata saya terkena hewan terus saya kucek lalu pandangan saya buram dan mata bengkak dan merah kemudian saya kasi obat tetes mata dan cuci pakai air sirih kemudian jernih lagi setelah bangun tidur mata saya maseh bengkak dan merah kemudian saya bawa ke puskesmas, tetapi gak ada perubahan terus saya bawa ke rumah sakit sampai sekarang belum ada perubahan. cuma bengkak dan merahnya yang hilang tetapi mata saya masih buram dan ada lingkaran putih berbentuk cicncin ditengah-tengah mata. sakit apa ya dok itu?.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

CAPTCHA Image
Reload Image